Ini Alasan Kenapa Jadi Buzzer di Indonesia Bisa Jadi Kaya

Pemakaian pasukan siber dunia maya (cyber troop) untuk memengaruhi pendapat warga serta memojokkan musuh politik nyatanya kejadian global. Ini tersingkap dari Hasil laporan Kampus of Oxford bertopik ‘The Global Disinformation Order: 2019 Global Inventory of Organised Social Media Manipulation”.

Dalam laporan 26 halaman ini disebut pemakaian pasukan siber untuk pekerjaan merekayasa sudah bertambah sebesar 150% dalam dua tahun paling akhir. Maksudnya, membuat disinformasi, mendesak hak basic manusia, mendiskreditkan oposisi politik serta memasukkan opini yang bersimpangan.

Dalam tindakan ini sosial media Facebook masih jadi pilihan pertama karena sosial media ini dengan pemakai paling besar di dunia serta daya jangkau yang lumayan luas sampai ke kerabat serta persahabatan.

“Kami sudah kumpulkan bukti pasukan cyber sekarang jalankan kampanye di WhatsApp. Kami memprediksi basis ini akan makin penting dalam kegiatan ini dalam beberapa waktu akan datang sebab makin banyak orang memakai WhatsApp untuk komunikasi politik,” catat laporan itu seperti diambil CNBC Indonesia, Jumat (4/10/2019).

Mendapat inspirasi Benda di Lebih kurang, Pria Buat Bentuk Pesawat Luar Angkasa Super Menawan

Dalam lakukan laganya, beberapa pasukan dunia maya ini umumnya memakai account palsu. Mereka aktif berkomunikasi dengan sasaran. Diluar itu, pasukan siber ini lakukan tindakan peretas account dari beberapa orang populer di sosial media untuk lakukan propaganda atau membungkam pemilik account di sosial media.

Masalah taktik komunikasi, ada banyak taktik yang biasa dipakai beberapa cyber army ini. Yaitu, pengerjaan disinformasi atau merekayasa media supaya pembaca bingung, memberikan laporan account atau account dengan massal, trolling, doxing (penebaran jati diri pribadi ke publik untuk dilecehkan)

Di Indonesia untuk jalankan kegiatan ini sosial media yang dipakai ialah Facebook, Twitter, WhatsApp serta Instagram. Kegiatan memengaruhi pendapat publik, menyerang serta menjatuhkan musuh politik dikerjakan oleh beberapa politikus serta partai dan kontraktor pribadi.

Dalam laporan Oxford disebut pasukan cyber dunia maya Indonesia termasuk pasukan dengan kemampuan rendah. Mereka umumnya keluarkan ongkos dari mulai Rp 1 juta sampai Rp 50 juta.

Tags: , , ,

Read Also

1 Trackback

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *